Sakit tenggorokan sangat menyiksa
dan membuat tidak nyaman. Orang dewasa saja merasa tersiksa, apalagi jika
terjadi pada bayi. Menelan susu ASI maupun Formula menjadi lebih sulit dan
sakit. Bisa-bisa ia menolak untuk menerima asupan apapun dan terus menerus
menangis karena merasa tidak nyaman dan kesakitan. Sebenarnya, sakit pada
tenggorokan bisa ringan dan cepat disembuhkan, maupun berat dan harus segera
dikonsultasikan ke dokter. Untuk itu, penting bagi Ayah dan Bunda untuk
mengenali gejala-gejala yang terjadi saat bayi sakit tenggorokan.

Pada orang dewasa, radang atau sakit
tenggorokan terjadi ketika daya tahan tubuh sedang menurun karena kekurangan
asupan bergizi. Pada bayi, sakit tenggorokan sangat mungkin terjadi karena
memang ia belum memiliki daya tahan tubuh yang masih berkembang dan belum
menguat. Berikut ini adalah ciri-ciri sakit tenggorokan yang bisa Anda kenali
lebih awal yang kami kutip dari mamapapa.id:

  • Menangis terus dan menolak asupan makanan dan susu

Ini merupakan ciri pertama yang
orang tua harus selalu waspada. Ketika si kecil menangis terus dan menolak
makanan apapun yang masuk, pasti ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.
Pasalnya, saat tenggorokan sakit rasanya kering, gatal, nyeri dan sakit ketika
digunakan untuk menelan, baik ludah maupun makanan atau minuman.

  • Batuk dan pilek

Batuk dan pilek merupakan gejala
bayi sakit tenggorokan. Bisa jadi sakit tenggorokan ini datang bersamaan dengan
batuk dan pilek, atau batuk dan pilek mendahului sakit pada tenggorokan.

  • Demam

Naiknya suhu tubuh disebabkan oleh
banyak hal. Salah satunya adalah sakit tenggorokan. Sebenarnya, naiknya suhu
tubuh merupakan peringatan bahwa ada kuman, virus atau bakteri yang menginfeksi
tubuh. Bakteri jahat tersebut adalah bakteri penyebab sakit tenggorokan.

Itulah ke-3 ciri yang bisa Anda kenali sebagai gejala bayi sakit tenggorokan. Dengan memahami gejala tersebut dengan baik, maka besar kemungkinannya Anda bisa mengatasi sakit tenggorokan pada si kecil lebih cepat. Ingat, penanganan yang cepat akan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, pahami gejalanya dan cegah penyakitnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *